hujan turun, membasahi rumput, dan dedaunan. rintiknya berbunyi begitu parau..
sesatkan hati ini penuh tanya..
tanya akan akan nada yang lelah bernyanyi.
klise..
saat kau dengar kata kata yang terucap untuk tanyakan sesuatu..
klise saat kau jawab pertanyaan itu dengan otak
bagai racun ular yang tertanam dalm pembuluh nadi
yaa< aku bertanya
apa yang paling berharga?
keluarga?
ha ha ha
harta?
ha ha ha
wanita? pekerjaan?
KLISE..
hanya didikan yang membelit jalur fikiran fana
mari kita tanya, dan dengar jawab mereka..
KLISE
temaram bulan purnama, kau bersinar bagai pilu suara sang bayu
bisikan rintihan diantara remah remah yang tersisa..
ooh.. begitu SOMBONG kau berucap
LETIH kau meratap
kau ceritakan diri bagai duri dalam daging yang membusuk
kau berkata...
"AKU!!"
saat ku harapkan kata kata klise terurai bernyanyi bagai burung pada majikanya
kau berkata...
"AKU!!"
bukan keluarga, bukan wanita dan harta
apa ini klise? saat kau dengar jeritan hatimu
dimana definisimu
dimana guru guru keparat itu saat jasamu hanya bualan
"oh kata kata yang terdengar suram"
jawaban berhembus seperi nyanyian lemah seorang ibu yang sekarat
sekarat menceritakan kebenaran!!!
untuk hisap semua racun yang tertanam bagai akar pohon tua
mereka tak disini saat aku besandang mendali..
mereka tak disini saat ku letih menerpa hujan..
mereka tak disini saat ku mengemis berderai airmata
OH mereka tak disini saat darah bercucuran
MEREKA TAK DISINI SAAT SAMPAH INI BERMANDI PERIH
kemana arti kata klise yang kau tanamkan ke pembuluh nadi ini sejak kecil tuan?
kau biarkan diri ini terjerat akar iri melihat pangeran yang tak kenal hujan dan panas?
merobek jiwa ini menjadi serpihan saat kau bohongi dan siksa
aku ingin kau nyanyikan kejujuran
jangan kau bercerita dan menjilat
kau pecut dan kau minta maaf dengan bentakan
OH TUAN.. kau sungguh...
klise....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar