Hari demi hari ku telanjangi dengan belati
Melilitkan dedalu berduri di antara derap langkah perih ku
merintih
Palsukan airmata menjadi alunan lagu tersenyum menyinari
Menjadi alunan harpa tersimpan membendung di dalam diri
Tertimbun bagai duri dalam jerami
Bacakanlah aku cerita
Jangan kau diam tapi membahana
Nyanyikan aku melodi
Jangan kau
bersenandung tapi kau jilat kembali
Gelap kujalani bagai mentari
Palsukan airmata, anggap hanya fatamorgana
Mimbisik palsu pada luka, “hey..” kau akan terobati
Saat ku tersenyum menyeret kaki diantara ribuan belati datang silih berganti
Detik, demi detik mengalun
Bertanya akan siapa diri
Haruskah ku membenci
Menjadi siapa ku hari ini
Saat mentari berganti menjadi sang perindu
Ku kembali berlari...
Menjilati luka yang yang tertoreh hari ini..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar