Kamis, 07 Juni 2012

SATU DEMI SATU

HARI ITU.. ya hari itu, harapan demi harapan.. detik demi detik, ku habiskan merekayasa masa depan untuk kami jalani.. HARI ITU,  ya HARI itu.. saat kau kutunggu untuk berkata "iya" iya untuk ku ingat dalam segala detak jantung dan derak resah nafasku.. kau paksa aku melebihi fungsi. paksa aku mengikis wajah lelah menjadi guratan senyum.. untuk apa? untuk buat kau bahagia.. untuk apa? utuk tuan putri agar kau selalu dapat yang kau inginkan, untuk kau tuan putri ku bohongi diri..
HARI ITU.. ya hari itu.. perlahan waktu lenyapkan jati diri.. teman tertinggal hanya menjadi sampah belaka, diri terhujam belati melihat senyum yang tak pernah terpuaskan.. namun ku redam dengan lirik dan melodi untuk jadikan sekedar mimpi. 
HARI ITU, ya HARI itu... sadar kah kau senyummu yang berharga dahulu lelah ku perjuangkan.. km demi km ku lewati.. untuk apa? untuk terus mendengar ocehan egois dan guna guna  yang kau letakan di atas kepala..
jumat itu kini sirna.. hanya bekas tertoreh yang kau lukai berkali... LUKA DI SIRAM TUBA..
tak urung ku berbohong untuk sekedar buat kau tersenyum, senyum yang ku tau tak akan kau pernah simpan dalam memori, sampai kutanya pada diri.. SAMPAI KAPAN DUHAI TUAN PUTRI.. ku hanya sekedar bermimpi.
kini hari hari itu telah pergi, tinggalkan sedikit luka yang hanya tertoreh beberapa inci
kini hari hari itu telah pergi, saat ku nyanyikan lagu pengantar tidur dan puisi
untuk kau oh tuan putri..!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar